Posts

Cerita Rakyat Jawa Timur

Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan. “Aku bosan terus-menerus berkelahi, Buaya,” kata ikan Sura. “Aku juga, Sura. Apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rertcana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya segera menerangkan. “Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnyadi dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut!” ...

Kehidupan

Kulit bunglon di atas daun hijau berwarna hijau Kulit bunglon di atas batang pohon coklat berwarna coklat Kulit bunglon di atas bata merah berwarna merah Kulit bunglon di atas kulit jeruk jingga berwarna jingga Kulit bunglon di atas dinding kuning berwarna kuning Kulit bunglon di atas rumput hijau berwarna hijau Kulit bunglon di atas keramik biru berwarna biru Kulit bunglon di atas kain ungu berwarna ungu Kulit bunglon di atas batu hitam berwarna hitam Kulit bunglon di atas kertas putih berwarna kusam Kulit bunglon di atas arang berwarna buram Kulit bunglon di atas emas berwarna kelam Kulit bung lon di dalam air tidak akan bisa menjadi bening

Kura-Kura yang Memanjat

Seekor kura-kura kecil mulai memanjat Merayap perlahan-lahan Pada sebatang pohon meliang Awan-awan pada langit cerlang Menjadi saksi dalam kebisuan Lalu pada sampainya pada pucuk batang Ia kepakkan sayap laksana sayap elang Namun apa daya kura-kura seperti elang akhirnya jatuh juga Dan ia mengulang, mengulang,dan mengulang Menemui kejatuhan Sementara elang di langit cerlang berdesah Pada elang satunya yang bersayap merah “Kakanda saatnya kita beri tahu kura-kura kecil kita” “Kalau ia anak adopsi kita”