Posts

Showing posts with the label transportasi

Kedudukan Keilmuan Transportasi dalam Konstruksi Berpikir Islamisasi Sains: Tinjauan Awal

Image
Dalam upaya untuk melakukan Islamisasi sains – atau seminimalnya menggali filsafat sains Islam – yang terkait dengan bidang transportasi, berarti kita mesti menyepakati lebih dulu bahwa sains itu tidak netral - yang menjadi bahasan dari tulisan sebelumnya; sebaliknya sains itu dilandasi atau dirembesi oleh unsur-unsur kontemplatif filosofis berupa pandangan alam ( worldview ) dan paradigma ( paradigm ). Begitu pula, telah kita rumuskan di bagian tulisan sebelumnya hubungan antara sains, paradigma, dan pandangan alam itu dengan meminjam struktur program riset dari model Imre Lakatos dan sedikit mengubahnya dengan mengganti bagian Protective Belt dengan paradigma – mengadopsi konsep Kuhn – dan mengganti bagian Hard Core dengan pandangan alam – mengadopsi gagasan al-Attas. Hasilnya, kita dapatkan struktur program riset sains Islam yang berpusat pada konsep-konsep atau pokok atau prinsip-prinsip serta hukum-hukum paling mendasar dari pandangan alam Islam, yang lalu diturunkan ke dalam te...

Paradigma Al-Quran untuk Perumusan Teori: Perspektif Kuntowijoyo

Image
  Tesis untuk mengembangkan gagasan mengenai niscayanya perumusan teori – dalam hal ini teori sosial – yang didasarkan pada Al-Quran, pertama-tama adalah bahwa kita perlu memahami Al-Quran sebagai paradigma ... Paradigma Al-Quran berarti suatu konstruksi pengetahuan yang memungkinkan kita memahami realitas sebagaimana Al-Quran memahaminya. Konstruksi pengetahuan itu dibangun oleh Al-Quran pertama-tama dengan tujuan agar kita memiliki “hikmah” yang atas dasar itu dapat dibentuk perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai normatif Al-Quran ... Konstruksi pengetahuan itu juga memungkinkan kita merumuskan desain-besar mengenai sistem Islam, termasuk dalam hal sistem ilmu pengetahuannya. Kuntowijoyo, Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi, (Bandung: Mizan, 2008), hal. 548-549 ... pada dasarnya kandungan Al-Quran itu terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi konsep-konsep dan bagian kedua berisi kisah-kisah sejarah dan amsal-amsal. Dalam bagian pertama yang berisi konsep-kon...

Ḥamūlah: Terminologi Transportasi dalam Beberapa Leksikon

Image
  Transportasi dapat dimaknai sebagai “metode dan sistem untuk pergerakan komoditas dan orang”. [1] Istilah itu juga diartikan sebagai “pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai kemajuan teknologi”, sehingga mencakup “pengangkutan” dan “perhubungan”. [2] Pengangkutan adalah proses, cara, perbuatan mengangkut; usaha membawa, mengantar, atau memindahkan orang atau barang antar-tempat. [3] Perhubungan merupakan segala yang berhubungan dengan lalu lintas dan telekomunikasi (jalan, pelayaran, penerbangan, pos, dll.). [4] Dalam Quran, terdapat sejumlah istilah yang merujuk pada alat transportasi, termasuk ḥamūlah . Kata itu termaktub dalam surah al-Anʿām [6]:142. Wa min al-anʿām ḥamūlah wa farsyā (dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada yang untuk sembelihan). Kata yang sejenis juga dimuat surah Yāsīn [36]:41. Wa āyatun lahum annā ḥammalnā dzurriyyatahum fī al-fulk al-masyḥūn (Dan suatu tanda [kebesaran Allah] bagi mereka adala...

Kapal dalam Terminologi Quran Menurut Studi Dionisius Albertus Agius

Image
  Profesor Dionisius A. Agius FBA merupakan profesor emeritus pada studi bahasa Arab dan kebudayaan Islam di Universitas Exeter dan Universitas King Abdulaziz. Risetnya mencakup studi bahasa Arab, Siculo-Arabic, semantik bahasa Arab, etnografi, sejarah sosio-kultur, dan studi tentang kapal dan kemaritiman. Menurut Agius, terdapat paralelisme atau penyetaraan makna antara kapal dan laut dengan unta dan gurun pasir dalam kebudayaan puisi masyarakat klasik Arab. Sejak sebelum Islam, dalam pertemuan-pertemuan niaga dan haji, orang-orang Arab secara lintas-suku telah mengadakan pertunjukan para penyair yang melantunkan puisi-puisi mereka tentang berbagai hal, termasuk tentang unta, gurun pasir, kapal, dan laut, meskipun kehidupan mereka tampak jauh dari kebudayaan laut itu, tetapi paralelisme antara perjalanan melintasi gurun pasir dan lautan lepas tetap saja tidak dapat diabaikan. [1] Bisa dibilang bahwa gurun pasir dan laut menjadi bagian dari repertoar puitis dasar dalam bahasa A...