Posts

Showing posts with the label arnold toynbee

Peradaban Sebagai Satuan Sejarah Bagian II: Alasan Ditinggalkannya Konsep Peradaban dalam Studi Sejarah dan Mengapa Ia penting untuk Digali

Image
  Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro menggambarkan perjumpaan dua peradaban yang berbeda. Historiografi sejak abad ke-19 memiliki karakteristik yang nasionalistis, yaitu berkutat pada penulisan sejarah negara-bangsa. (Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah , 2013, Yogyakarta: Tiara Wacana, hal 40) Alexandre Deulofeu, seorang filsuf sejarah asal Catalonia dalam bukunya “ La Matemática de la Historia ” (Matematika Sejarah), menyatakan bahwa skala terbesar dari sejarah adalah suatu peradaban. “Laporan para pelancong dan penjelajah seperti Bougainville, Cook, dan Alexander von Humboldt, menggambarkan dengan keakuratan ilmiah dan detail yang jelas tentang masyarakat yang tampaknya berkembang berdasarkan prinsip yang sangat berbeda dari yang ada di Eropa. Peradaban Eropa belum tentu merupakan puncak atau titik akhir evolusi umat manusia; itu hanyalah salah satu dari sekian banyak peradaban.” [Krishan Kumar, 2014, hal 822] Alasan Ditinggalkannya Konsep Peradaban dalam Studi Sejara...

Peradaban Sebagai Satuan Sejarah Bagian I: Tenggelam dan Kembalinya Konsep Peradaban dalam Analisis Sejarah

  “Saya menolak kebiasaan masa kini tentang studi sejarah dalam istilah negara-bangsa; itu semua hanyalah fragmen dari sesuatu yang lebih besar: suatu peradaban.” Diinterpretasikan dari (Arnold Joseph Toynbee, A Study of History: The One Volume Edition , 1972, London: Thames and Hudson, hal 15) Tenggelamnya Konsep Peradaban Setelah sempat diabaikan sejak sekitar 1960-an dan 70-an, penggunaan “peradaban” sebagai suatu konsep, sudut pandang, mode, atau satuan dalam pembahasan sejarah telah menunjukkan tanda-tanda kembalinya di kalangan para sejarawan dan cendekiawan pada umumnya. Memudar dan kembalinya penggunaan peradaban sebagai satuan sejarah itu setidaknya dapat kita lacak pada kehidupan wakil terbesarnya pada abad ke-20, Arnold Joseph Toynbee, dan sejumlah karya sejarah, atau yang berkenaan dengan sejarah, yang terbit sekitar dua atau tiga dekade terakhir ini. Di antara para cendekiawan abad ke-20, Toynbee adalah sejarawan dan analis peradaban terbesar. Dia dianggap lebih ...

Siklus Tantangan dan Respons Peradaban Menurut Arnold Joseph Toynbee

Image
“Itulah hari-hari (kemenangan dan kekalahan, kemajuan dan kemunduran, kebangkitan dan keruntuhan, kejayaan dan kehancuran), Kami pergilirkan di antara manusia. Jika kalian terluka, telah terluka pula kaum-kaum sebelum kalian. Telah berlalu sebelum kalian sunan-sunan (kaidah dan metode jalannya sejarah). Maka berjalanlah kamu di muka bumi (ambillah pandangan dalam perspektif ruang) dan lihatlah akibat perbuatan orang-orang terdahulu atau orang-orang yang mendustakan (lakukanlah rasionalisasi-observasi-empiris dalam perspektif waktu).” (Quran Surah 3: 140) “Bukankah aku telah keliru dalam menerapkan pemikiran historis, yang merupakan studi tentang makhluk hidup, sebagai suatu metode pemikiran ilmiah untuk membentangkan alam yang mati? Bukankah aku juga telah keliru dalam memperlakukan perhubungan antar-manusia sebagai suatu operasi sebab-dan-akibat?” (Toynbee dalam “ A Study of History: The One Volume Edition ”,   1972, hal 97) Sekian lama Arnold Joseph Toynbee melakukan penca...