Posts

Showing posts with the label nikolai kondratiev

Peradaban Sebagai Satuan Sejarah Bagian I: Tenggelam dan Kembalinya Konsep Peradaban dalam Analisis Sejarah

  “Saya menolak kebiasaan masa kini tentang studi sejarah dalam istilah negara-bangsa; itu semua hanyalah fragmen dari sesuatu yang lebih besar: suatu peradaban.” Diinterpretasikan dari (Arnold Joseph Toynbee, A Study of History: The One Volume Edition , 1972, London: Thames and Hudson, hal 15) Tenggelamnya Konsep Peradaban Setelah sempat diabaikan sejak sekitar 1960-an dan 70-an, penggunaan “peradaban” sebagai suatu konsep, sudut pandang, mode, atau satuan dalam pembahasan sejarah telah menunjukkan tanda-tanda kembalinya di kalangan para sejarawan dan cendekiawan pada umumnya. Memudar dan kembalinya penggunaan peradaban sebagai satuan sejarah itu setidaknya dapat kita lacak pada kehidupan wakil terbesarnya pada abad ke-20, Arnold Joseph Toynbee, dan sejumlah karya sejarah, atau yang berkenaan dengan sejarah, yang terbit sekitar dua atau tiga dekade terakhir ini. Di antara para cendekiawan abad ke-20, Toynbee adalah sejarawan dan analis peradaban terbesar. Dia dianggap lebih ...

Model Gelombang Joshua Goldstein dalam Siklus Sejarah

Image
  “Goldstein menyajikan tabel yang mendeskripsikan siklus hegemoni historis sejak 1648.   Untuk masa depan, proyeksi Goldstein yang paling luar biasa ialah suatu naikkan produksi dari 1995 hingga 2020, suatu fase perang dari 2000/05-2025/30, dan suatu naikkan harga pada 2010-2035. Namun, dia mencapai kesimpulan tak definit bahwa, perang akan terjadi pada suatu periode antara tahun 2000 hingga 2030.” “Pertumbuhan yang lebih cepat mendorong naiknya kegentingan konflik antara kekuatan-kekuatan besar yang saling bersaing, dalam perebutan pasar, sumber daya, dll. Hal ini berujung pada meningkatnya kemungkinan perang. Fatalitas perang yang lebih tinggi pada gilirannya meredam pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pertumbuhan yang lebih rendah berujung pada konflik yang kurang dahsyat, yang kemudian membawa pertumbuhan yang lebih cepat. Lalu itu kembali lagi sebagai suatu siklus. Urutan ini terjadi secara kasar selama 50 tahun – satu gelombang panjang – untuk satu kejadian penuh.” ...