Posts

Akar Tetaplah Akar

Meski daun berganti daun Akar tetap sama Meski bunga berganti bunga Akar tetap sama Meski biji telah arungi cakrawala Akar tetap sama Dari daun hijau menjadi kuning Dari daun kuning menjadi merah Dari daun merah menjadi cokelat kerontang Dari cokelat kerontang sampai gugur melawan angin Akar tetaplah akar Dari kuncup hingga mekar Dari mekar hingga penyerbukan Dari penyerbukan sampai berbuah Atau hanya layu tanpa buah Akar tetaplah akar Menopang batang rapuh yang Entah sampai kapan akan bertahan Mencengkeram tanah dalam kebutaan Menyerap air Tapi membiarkannya mengalir Menuju pucuk batang Akar tetaplah akar Sebuah siklus yang tiada terputus Demikian seakan Nasib rakyat bangsaku

The Usual

I don`t know how to start it. My name is DOS. I am just usual people. Live like another people live. And do anythings as usual. I was born in usual condition. Entry usual school. And learn like usual student learn. My name have never called in flag ceremony because I have got an achievement nor because of violation have I made. Everything in my live is usual. In my class that contains 24 students, I just get middle position. I am weak in many subject. But not too weak so my teachers need to call me to their room. Maybe for many people, this live style is usual, normal. But it is boring me. I like to read, read everything. And from what I have need I know that, trillion or more people have lived in this earth. But, just a very little of them whom other people remember until the long time after they died.

BojonegoroMusum Kemarau

Matahari belum lagi tinggi Kala petani-petani Bertebaran ke sawah ladang Di kejauhan daun-daun hijau tegak menjulang Menjadi tiang-tiang Penyangga ekonomi kota ini Setiap hari Petani-petani pulang dari sawah ladang Dengan berkeranjang-keranjang Daun-daun yang kuning matang Apalagi kalau bukan itu Tembakau Siang hari Pagar-pagar rumah-rumah dipenuhi papan-papan Dan daun-daun tembakau yang mengering Baralih dari kuning Menjadi cokelat keriting Malam hari Beranda-beranda beralih fungsi Menjadi penuh ramai Oleh anak-anak dan ibu-ibu buruh Suara mesin menderu Memutar baling-baling pisau Merajang tembakau Dan di kala senja Kala sang surya Memberi warna jingga Pada langit desa-desa Perempuan-perempuan tua Duduk-duduk di beranda Dengan segenggam tembakau di mulut mereka

Aku

Aku bukanlah seorang pujangga yang Dikenang lewat rantai-berantai kata-kata terindah Aku bukanlah seorang seniman yang Dikenang lewat lukisan-lukisan keabadian Dalam perpaduan sihir warna-warna terindah Aku bukanlah filsuf yang Punya pikirang tajam Seperti cakar harimau lapar Dalam pekat rimba suaranya menggelegar Aku bukanlah seorang serdadu yang menenteng sepucuk senjata laras panjang Ke pangkal arteri pelurunya bersarang Aku adalah biru Biru yang terdalam Dalam kesunyian laut terdalam Sepotong sinar disisipkan ke dalam Mulut ikan meradang Mati ikan itu dimakan musang TIDAK NYATA DI DALAM PANDANG

Api Pun Membiru

Dan sekali lagi kami kalah Terjungkir, napas terengah Sudah kami usir musuh hingga lembah Tapi musuh masih menumpahkan darah Biru kini sekali lagi mewarnai lembah Dan merah menyerbu masuk ke dalam Benteng mereka diapit dinding-dinding menjulang Kiri- kanan pemanah Di depan seorang berbaju zirah Dan merah hanya membawa tombak-tombak galah Timpang di kanan belakang Memaksa menusuk di tengah Tapi justru diserang Di tengah ketika hari sudah lelah Satu tusukan dan Merah telah hilang Tidak danya langit kelabu Api pun membiru

Pantai Sunyi

Ini kali Tidak ada lagi Yang memberi makna Kursi sunyi Di ujung pantai sunyi Sana Awan putih bergulung Langit yang biru Pohon kelapa Menghembus diri dalam menanti angin tenggara Matahari di puncak siang Membawa bayangan Tidak bergerak Dan angin, tanah, air tidur hilang ombak Tiada lagi Hanya sendiri Sekali sampai di sini Sudah sekalian menunggu mati Dari ujung pantai Batu dan kursi Menunnggu mati

Ceritaku tentang Kotaku

Saya adalah penulis di myblog ini. Saya berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Pastinya kalian tidak mengetahui daerah tempat saya tinggal itu, kan! Maklum, karena daerah saya tidaklah seterkenal kabupaten-kabupaten lain di Jawa Timur seperti Tuban dan Lamongan. Oleh karena itu, saya merasa perlu menceritakan sekelumit cerita tentang daerah tempat saya tinggal itu. Marilah simak dengan antusias! Daerah saya tercinta, Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur . Ibukotanya adalah Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk , Madiun , dan Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu , salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia. Bojonegoro dialiri oleh sungai Bengawan Solo yang menjadi batas alam dengan Provinsi Jawa Tengah. Bagian utara merupakan Daerah Aliran ...